STRES & pencegahannya

HIDUP lebih dinamis bila diseling dengan stres. Tapi bila berkembang menjadi penyakit, bagaimana menyiasatinya?

Stres memang menjadi bagian kehidupan sehari-hari, dapat menyerang siapa, kapan dan di mana saja. Pemicunya beragam mulai kemacetan lalu lintas, pekerjaan menumpuk, relasi yang memburuk hingga masalah kesulitan keuangan.

Meski setiap orang pernah merasakannya, derajat tekanannya berbeda-beda. Seberapa besar dampak stres terhadap tubuh, tergantung karakter dan ketahanan seseorang.

Selama ini, stres identik dengan kondisi “negatif”. Namun, tidak selamanya stigma tersebut melekat. Stres sendiri sebenarnya bukanlah penyakit, tetapi merupakan respons tubuh dan pikiran terhadap tekanan (stressor).

Stres adalah suatu kondisi ketika keadaan tubuh terganggu karena tekanan psikologis. Stres tingkat ringan malah bermanfaat bagi tubuh. Jangan langsung mengernyitkan dahi. Ternyata, dalam batas tertentu stres dapat meningkatkan fungsi fisik dan mental. “Stressor ringan dapat meningkatkan vitalitas dan membantu memfokuskan perhatian dalam beraktivitas,” ungkap Medical Director Departement of Community Health National Naval Medical Center Donald R Rhodes Jr MD.

Dalam keadaan tertekan atau stres, tubuh akan menghasilkan hormon adrenalin yang mampu merangsang melakukan sesuatu. Uniknya, banyak orang tidak menyadari jika mereka mengalami stres. Sebagian orang juga enggan bila dikatakan sedang stres.

Meski telah menjadi “bagian hidup”, keterbatasan pengetahuan juga menyebabkan kesalahpahaman mengenai stres. Bahkan, di antara mereka juga ada yang tak paham bila stres dapat memicu gangguan kesehatan lebih serius.

Gejala seseorang mengalami stres pada dasarnya dapat dibagi dalam tiga kategori yakni berdasarkan fisik, psikologis, dan perilaku. Ciri yang berhubungan dengan fisik misalnya sakit di bagian kepala, perut dan belakang badan, gangguan pencernaan, tangan berkeringat, bahu dan leher tegang, atau jantung berdegup kencang.

Sedangkan ciri yang berhubungan dengan perilaku ditandai dengan sulit tidur, cepat lelah, nafsu makan berubah, cepat marah, resah, dan sedih tanpa sebab. Gejala stres yang berhubungan dengan psikologis misalnya gangguan konsentrasi, sering lupa, kurang kreatif, kurang percaya diri atau sukar menyesuaikan diri dengan keadaan sekeliling.

Bila keadaan stres terus berlangsung menyebabkan tekanan darah naik, kelelahan yang sangat (fatigue), penurunan gairah seksual, sakit seluruh badan, depresi, masalah berat badan. Situasi semakin memburuk dari stres menyebabkan rentan terserang penyakit jantung, pembuluh darah, dan penyakit berbahaya lainnya.

“Stres yang berkelanjutan menyebabkan imunitas tubuh melemah,” tambah Rhodes. Apalagi bila ditambah mempunyai riwayat kesehatan penyakit tertentu. Stres akan memicu kambuhnya penyakit yang selama ini dideritanya. Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai bakat alergi ketika mengenai alergen (faktor pemicu alergi), akan menyebabkan kambuhnya penyakit.

Padahal, bila stres terlalu sering dan berlangsung lama dapat menimbulkan dampak buruk.

“Jika gejala-gejala berlangsung lama dan semakin memburuk, segera mencari pertolongan untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Semakin dini mendapatkan perawatan, semakin cepat pula keadaan akan kembali seperti semula,” saran Clinical Professor of Medicine and Psychiatry New York Medical College Paul J Rosch MD FACP.

Perilaku stres dikatakan semakin parah jika penderita mulai menyakiti diri sendiri atau orang lain. Di sinilah pentingnya deteksi dini gejala-gejala stres sehingga penderita menyadari dirinya membutuhkan pertolongan.

Rosch menambahkan, peranan keluarga atau lingkungan sekitar sangat penting bagi mereka. “Dukungan dan perhatian merupakan salah satu cara untuk membantu mereka keluar dari situasi ini,” ujar dia.

(sindo//tty)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: