ALERGI dan pencegahannya


Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi:

  • Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun diluar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi.Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
  • Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi.Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00′. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi.Dilarang menggunakan cat rambut.
  • Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
  • Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
  • Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
  • Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
  • Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00′
  • Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan manakan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda.
  • temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut.

Sumber

  • Men’s Health Indonesia Maret 2005
  • Allergy in Manado-W.Indonesia Mei 2008

ALERGI OBAT

Obat semestinya menyembuhkan penyakit dan menghilangkan rasa sakit. Bukan sebaliknya: menambah penyakit dan rasa sakit. Tetapi hal ini tidak berlaku pada semua orang. Beberapa orang tertentu memiliki alergi terhadap obat. Ketika meminum obat tertentu, tubuhnya akan bereaksi. Bukan reaksi yang baik, tetapi malah berakibat buruk seperti badan yang gatal-gatal, bintik-bintik merah, diare, hingga sesak napas dan bahkan mengakibatkan kematian. Kenapa obat justru menambah penyakit?

Alergi obat terjadi karena tubuh menganggap obat yang dikonsumsi (biasanya dari jenis antibiotika penisilin, sulfonamid, obat analgetik (pain killer), serta obat antipiretik (penurun panas)) sebagai bahan berbahaya yang harus dilawan. Efek gatal, kemerahan pada kulit, dan sebagainya itu, adalah wujud dari pertempuran antara sistem kekebalan tubuh dengan kandungan obat. Resiko alergi terhadap obat ini lebih tinggi pada mereka yang sering mengkonsunsi obat-obatan. Pada awalnya, mungkin obat tertentu tidak akan menimbulkan alergi. Tapi semakin sering obat terebut dikonsumsi, tubuh akan semakin sensitif. Maka bisa saja terjadi kelainan pada tubuh kita karena alergi terhadap obat yang sudah biasa kita minum.

Apa ada obat untuk menghilangkan alergi? Kalau sekedar menghilangkan gejala, tentu saja ada. Namun sifatnya sementara. Sifat ketahanan tubuh yang alergi terhadap obat tadi, tidak akan bisa hilang. Reaksi tersebut akan datang lagi jika pemicu alergi kembali dikonsumsi.

Lha, terus bagaimana caranya supaya kita nggak makin tersiksa gara-gara obat yang kita tenggak ternyat amalah menimbulkan alergi? Gampang. Ingat-ingat saja obat apa yang membuat kita alergi. Kalau suatu saat kita sakit, maka katakanlah kepada dokter bahwa kita memiliki alergi terhadap obat. Maka dokter akan memberikan obat yang “aman.”

Tapi kalau terlanjur terkena dampak akibat alergi terhadap obat, maka langkah pertama adalah hentikan semua obat yang dikonsumsi. Lalu pergilah ke dokter yang memberi resep atau dokter terdekat lainnya. Mintalah supaya obat-obatan tersebut diganti, beserta tambahan obat anti alergi. Kecuali untuk kasus-kasus alergi tertentu seperti Stevens-Johnson syndrome maka pengobatan dari dokter Puskesmas sudah cukup, kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: