ES KRIM – menyumbang gizi terbaik

Kelembutan rasa es krim tidak hanya menggugah mata, tetapi membuai hingga ke lidah. Tak heran bila banyak orang yang menjadikannya makanan favorit. Teksturnya yang lunak terasa sangat lembut saat di mulut, tidak hanya itu es krim bisa disantap kapan saja, siang hari sebagai pelepas dahaga atau disajikan dengan tatanan yang istimewa sebagai hidangan penutup, es krim tetap saja istimewa. Tetapi sebagian orang berpendapat es krim merupakan penyebab pilek dan batuk pada anak-anak.

Padahal jika dilihat dari proses pembuatannya, es krim merupakan produk yang diolah dengan tepat dan bersih.

Dibalik tudingan yang miring ternyata nilai gizi es krim terbilang sangat baik, hal ini karena didukung oleh susu, kuning telur, gula dan sedikit maizena sebagai bahan penyusun utamanya. Lebih istimewa lagi jika ditambah dengan buah-buahan segar sebagai penambah rasa. Es krim memberi asupan protein, mineral, dan vitamin sebagaimana yang terdapat dalam susu dan dan buah-buahan.

Kualitas es krim sangat tergantung dalam kualitas bahan dan proses pembuatannya yang tidak melibatkan panas tinggi. Es krim juga juga bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit, karena hampir seluruh bakteri patogen tidak tahan dengan pasteurisasi dan pembekuan pada saat pembuatan es krim.

Jadi es krim cukup aman dikonsumsi oleh siapa saja terutama anak-anak meskipun dalam jumlah yang berlebih.
Sejarah es krim sendiri sebenarnya cukup panjang, bermula dari jaman Kaisar Nero dari Roma (37-68 SM). Dengan bentuk yang sangat sederhana yaitu dibuat dari salju yang didapat dari puncak pegunungan dicampur dengan madu atau sari dari buah-buahan. Dalam perkembangan es krim selanjutnya tidak terlepas dari jasa Marcopolo yang membawa resep es krim ke seluruh daratan Eropa dan Amerika yang akhirnya menjadi sangat populer.

Pada tahun 1776 di Amerika tepatnya di kota New York pertama kali dibangun ruangan khusus untuk pembuatan es krim. Kemudian pada tahun 1812 oleh Dolly Madison es krim di kreasikan menjadi aneka rasa dan dihidangkan sebagai hidangan penutup di Gedung Putih.

Es krim mulai dikomersialkan pada tahun 1851 oleh Jacob Fussell di Baltimore. Ketika ditemukan mesin pendingin pada tahun 1890, nama es krim kian merebak dan mulai dijual dijalan-jalan kota New York dan San Fransisco.
Hingga sekarang nama es krim sudah tidak asing lagi bagi telinga kita, dijual beraneka bentuk, rasa dan warna dengan jenis yang berbeda.

Penampilan es krim sudah tidak sederhana lagi seperti jaman dulu, es krim sekarang sudah mewah dalam komposisi bahan dan rasa. Es krim jaman sekarang dibuat dengan campuran susu, gula dan bahan makanan tambahan lainnya dengan kadar lemak yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: