DUKU kaya akan khasiat

duku_condet1

Spesies :
Lansium domesticum Correa

Nama Inggris :
Langsat

Nama Indonesia :
Langsat, duku, kokosan

Nama Lokal :
Langsat (Aceh), langsat, lansat (Batak), lase (Nias), lansat (Menado), langsek (Minangkabau), lasat (Dayak), bijitan, dukuh kokosan, pisitan (Sunda), duku, kokosan, langsat, langsep, celoreng (Jawa), langsep (Madura), lese (Bugis), bohulo (Gorontalo), lakaolo (Seram Selatan), lalasat (Buru), lasa (Ternate, Tidore).

Deskripsi :
Pohon tunggal, tinggi mencapai 20 m dengan diameter hingga 40 cm. Daunnya berselang-seling, bersirip ganjil dengan 5 – 7 anak daun. Helaian daunnya bertangkai berbentuk elips, bulat panjang atau lonjong. Perbungaan terletak pada cabang atau batangnya yang menggantung ke bawah. Buah bentuk bulat sampai lonjong , berbulu pendek atau licin. Kulit buah berwarna kuning muda keabu-abuan, tipis dan bergetah putih seperti susu. Buah biasanya mempunyai biji yang rasanya pahit, masing-masing biji mempunyai dua embrio, terbungkus oleh lapisan yang transparan, berdaging dan melekat erat pada biji. Ada 3 macam duku yaitu duku, pisitan dan kokosan. Duku merupakan buah yang paling enak, bentuknya bulat lonjong, kulit buahnya tidak bergetah bila masak, kulitnya agak tebal dibandingkan kedua macam yang lain. Pisitan buahnya kecil, bentuknya memanjang, dengan getah sedikit pada kulit buahnya, bijinya besar dan daging buahnya tipis, buahnya asam dan sulit untuk dikupas. Kokosan mempunyai buah yang besar, bentuk lonjong, rasanya enak, kulitnya bergetah putih, daging buahnya tebal, mengandung air dan keasam-asaman.

Distribusi/Penyebaran :
Tumbuhan ini diduga berasal dari Sebelah barat Asia Tenggara, dari Semenanjung di Thailand sebelah barat hingga Kalimantan di bagian timur. Namun langsat sudah ditanam di Vietnam, Burma, India, Sri Lanka, Hawai, Australia, Suriname dan Puerto Rico.

Habitat :
Tanaman langsat dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai pada ketinggian 500 mdpl. Dengan tipe iklim basah sampai agak basah dengan curah hujan antara 1.500 – 2.500 mm pertahun dan merata sepanjang tahun. PH tanah yang cocok adalah 6 – 7, tanaman Duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam.

Perbanyakan :
Langsat dapat diperbanyak dengan biji, dapat pula diambil dari anakan yang tumbuh di sekitar pohon induknya. Langsatpun dapat diperoleh dengan cara cangkokan, namun memerlukan perhatian yang lebih banyak sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Pada umumnya sekarang langsat banyak di okulasi untuk mendapatkan kualitas buah yang lebih baik. Pertumbuhan awal semai sangat lambat. Dengan pemeliharaan yang intensif, diperlukan waktu 10 – 18 bulan untuk menghasilkan batang sebesar pensil. Perbanyakan melalui stek juga dapat dilakukan, namun memerlukan perawatan yang lebih banyak. Batang pohon yang besar dapat juga dicangkok. Selain itu, perbanyakan juga dapat dilakukan dengan teknik sambungan (grafting).

Manfaat tumbuhan :
Buah Duku enak dimakan segar. Kulit buahnya digunakan untuk mengusir nyamuk dengan cara dibakar. Selain itu juga kulit buahnya digunakan untuk pengobatan diare, kulit batangnya dan bijinya digunakan untuk obat malaria. Perasan biji duku memiliki khasiat obat, terutama bagi masyarakat asli Malaysia biasa memanfaatkannya untuk obat sakit kepala. Batang kayunya sangat kuat dan digunakan sebagai bahan membuat kotak atau perkakas. Pohon berdaun rindang ini juga berfungsi untuk melindungi tanah tererosi air hujan serta menghasilkan humus. Jenis tumbuhan buah ini juga dapat ditanam untuk pemulihan kembali areal kritis.

Sinonim :
Agalia dookoo Griffith, Agalia domestica (Correa)Pellegrin, Agalia aquea (Jack.)Kosterm.

Sumber Prosea :
2: Edible fruits and nuts p.186-190 (author(s): Yaacob, O. & Bamroongrugsa, N.)

Kategori :
Tumbuhan perintis/reklamasi

r.syarif ario

2 Tanggapan to “DUKU kaya akan khasiat”

  1. in Says:

    wah..jd tw manfaat duku..

  2. Bang Anto Says:

    Ane baru tau bahwa buah dukuh yang manis yang terkenal dari palembangitu, ternyata banyak manfaatnya. Ya Alloh tenyata firmanMu benar sekali, bahwa apa yang diciptakan Alloh tak ada yang sia sia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: