GULA sebabkan KECANDUAN

CHICAGO – Suatu penelitian pada tikus memberikan bukti ilmiah seperti yang telah diketahui oleh para pelaku diet, yakni gula dapat menyebabkan ketagihan.

“Mengonsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan otak berperilaku sangat mirip dengan kondisi saat terjadi penyalahgunaan obat,” menurut Bart Hoebel, seorang tokoh dari Princeton University di New Jersey, yang telah mempresentasikan penemuannya pada sebuah pertemuan American College of Neuropsychopharmacology di Scottsdale, Arizona, AS.

Dia mengatakan konsumsi yang berlebihan pada air gula telah menciptakan perilaku dan bahkan peru-bahan neurokimia atau neurochemical (adalah molekul organik yang terlibat dalam aktivitas sistem saraf) pada tikus yang menyerupai perubahan ketika hewan atau orang mengonsumsi zat-zat yang disalahgunakan.

“Hewan-hewan ini memperlihatkan tanda-tanda penarikan diri dan efek lanjut jangka panjang yang mirip dengan tanda-tanda kecanduan,” kata Hoebel dalam wawancara telepon.

Pada satu eksperimen, tikus percobaan diberi minum air gula setelah puasa semalaman selama tiga minggu berturut-turut.

“Apa yang kami temukan adalah pemberian air gula itu kemudian melepaskan gelombang (bahan kimia di otak) dopamine (salah satu sel kimia dalam otak, sejenis neurotransmiter atau zat yang menyampaikan pesan dari satu syaraf ke syaraf yang lain). Zat ini merupakan bagian dari otak yang berhubungan dengan motivasi dan ganjaran, yakni nucleus accumbens,” kata Hoebel.

“Telah lama diketahui bahwa obat-obatan yang disalahgunakan melepaskan atau menambah tingkat dopamine di bagian otak tersebut. Di sini, gula mengerjakan suatu hal yang biasa dilakukan oleh obat-obatan yang disalahgunakan,” lanjutnya.

Dia mengatakan hal ini nampaknya bukan soal gula itu sendiri, tapi perilaku mengonsumsi gula yang berlebihanlah yang memiliki dampak.

Pada percobaan yang lain, tikus-tikus makan melalui cara ini kemudian meniadakan gula untuk beberapa minggu. Ketika mereka diijinkan makan gula lagi, mereka mengonsumsi lebih dari sebelumnya.
“Hal ini hampir sama ketika mereka ketagihan gula,” lanjutnya.

Ketika tim Hoebel memberikan alkohol pada tikus-tikus sebagai pengganti air gula, tikus yang diberi air gula tersebut meminum alkohol lebih dari batas normal. Dan mereka juga memperlihatkan tanda-tanda tingkah laku yang hiperaktif ketika diberi suatu dosis normal amphetamine (zat yang bersifat psikostimulansia, penyalahgunaan obat tersebut akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku) yang tidak berbahaya.

Kita belum mengetahui efeknya pada manusia, kata Hoebel.

“Kesimpulannya adalah adanya hubungan antara penyalahgunaan substansi yang secara tradisional di- definisikan sebagai penyimpangan seperti misalnya kecanduan obat dan perkembangan keinginan abnormal pada substansi alami, dalam kasus ini adalah gula,” katanya.

Dia mengatakan kesimpulan ini dapat berimplikasi pada manusia yang mempunyai pola makan tidak teratur, seperti makan yang berlebihan atau bulimia (gangguan perilaku makan, yakni makan dalam jumlah sangat berlebihan kemudian memuntahkan kembali makanan yang telah ditelan).

Melanie Miller, seorang juru bicara wanita untuk Sugar Association, Perserikatan Gula dari suatu kelom-pok industri, mengatakan sampai saat ini tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa gula menyebabkan ketagihan pada manusia.

Studi ini didukung oleh National Institute of Drug Abuse dan National Institute of Mental Health. (Reuters/arf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: